Analisa Pilkada Lombok Tengah (bag 2)

analisa pilkada
Penulis, Habibul Adnan

Ini adalah pasangan visioner. Ahmad Ziadi-Lalu Aswatara punya visi mewujudkan Lombok Tengah (Loteng) modern. Modern kotanya, modern SDMnya. Jargonnya “Wayent Wah (Wis Wahaye)” menjanjikan perubahan dengan konsep gotong royong.

Ahmad Ziadi (AHZ) dikenal cerdas. Menjadi anggota DPRD selama tiga periode, membuatnya lebih dewasa dalam berpolitik.  Itu yang saya lihat dari Ketua DPC Partai Demokrat Loteng ini. Dia terpilih di dapil 1 (Praya-Praya Tengah) dengan perolehan suara pada pileg 2019 lalu hampir 5 ribu suara.

Paslon nomor 2

Suara kinstituen di pileg 2019 kemungkinan besar akan tetap utuh, terutama dari Demokrat. Sebab, kader partai pimpinan AHY ini dikenal loyal dan militan. AHZ-Aswatara diusung Demokrat-PPP. Partai nasionalis-religius ini sama-sama punya enam kursi di parlemen (12 kursi).

AHZ representasi kaum milenial. Dia lebih banyak menyentuh segmentasi pemuda. Sejak satu tahun terakhir, AHZ sudah rajin turun ke masyarakat. Dia berdialog, berdiskusi dengan masyarakat dan anak-anak muda. Kemampuannya dalam berkomunikasi menjadi nilai lebihnya. Dia cepat diterima semua lapisan masyarakat. AHZ seolah-olah sudah paham betul, bagaimana mencari suara.

Sedangkan pendampingnya, Lalu Aswatara punya kedekatan dengan pemerintahan desa. Sebagai inspektur Inspektorat Loteng selama 10 tahun, dia sudah sering bersentuhan dengan desa untuk melakukan pembinaan. Aswatara juga tokoh berwibawa. Ketokohannya sebagai golongan Raden (Lalu/berdarah biru), diyakini mampu mendulang suara cukup besar.

Pasangan “Wayent Wah” diprediksi mendominasi di Kecamatan Praya dan Pujut. Kecamatan Pujut merupakan asal Lalu Aswatara. Tepatnya di Desa Rembitan.

Keduanya memang akan memaksimalkan suara di dua kecamatan itu, karena punya pemilih cukup besar. Meski demikian, kecamatan-kecamatan lain bukan berarti tidak disentuh. Tetap digarap dengan melibatkan tim yang mayoritas anak-anak muda. (bersambung)

Wallahu’alam

Penulis: Habibul Adnan, Jurnalis Jawa Pos Radar Situbondo