Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Diprediksi Minus, RI dalam Bayang-bayang Resesi

Menkeu Sri Mulyani
Sri Mulyani

Identitasnews.com – Kontraksi ekonomi di kuartal III diprediksi akan kembali terjadi. Dalam konferensi online di APBN KiTA, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan, pertumbuhan ekonomi di kuartal III minus 2,9 persen hingga 1,1 persen. 

Dengan demikian, Sri Mulyani memproyeksikan perekonomian Indonesia secara keseluruhan minus 1,7 persen hingga minus 0,6 persen tahun ini. Seperti yang diketahui, perekonomian kuartal II minus 5,32 persen. Karena itu, jika kuartal III kembali minus, maka Indonesia akan mengalami resesi.

“Kemenkeu melakukan revisi forecast September ini, yang sebelumnya tahun ini minus 1,1 persen hingga positif 0,2 persen, forecast terbaru kita untuk 2020 pada kisaran minus 1,7 persen hingga minus 0,6 persen,” kata Sri Mulyani.

Dia melanjutkan, kondisi perekonomian minus itu diprediksi akan terjadi hingga kuartal IV atau sampai akhir tahun 2020. Akan tetapi, pemerintah akan mengupayakan agar ekonomi bisa mendekati positif 0 persen pada kuartal IV.

Meski demikian, Sri Mulyani optimistis, keterpurukan ekonomi akan berangsur pulih. Yaitu akan membaik di tahun 2021 dengan tumbuh di angka 4,5 persen sampai dengan 5,5 persen.

“Untuk tahun depan kita tetap menggunakan sesuai yang dibahas di RUU APBN 2021 yaitu antara 4,5 hingga 5,5 persen dengan forecast titiknya di 5,0 persen,” pungkasnya. 

Melansir Forbes, resesi adalah penurunan signifikan dalam kegiatan ekonomi yang berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. (aaz)